Kegagalan Timnas Indonesia U-23 untuk lolos ke Piala Asia U-23 2026 menjadi sorotan utama,
![]() |
1.kecolongan di Awal Pertandingan
Saat menghadapi Korea Selatan U-23 di laga penentuan, Timnas Indonesia U-23 kebobolan gol cepat di menit ke-7. Gol ini membuat Korea Selatan bisa bermain lebih santai dan fokus pada pertahanan, sementara Timnas Indonesia U-23 menjadi terburu-buru dalam melancarkan serangan.
2. Akurasi Tembakan dan Penyelesaian Akhir yang Buruk
Meskipun Timnas Indonesia U-23 berhasil menciptakan beberapa peluang, tidak ada satu pun tembakan yang mengarah ke gawang lawan (shot on target). Hal ini menunjukkan lemahnya penyelesaian akhir yang menjadi masalah krusial dan menghambat mereka untuk mencetak gol.
3. Persiapan yang Mepet dan Perbedaan Komposisi Tim
Pelatih Timnas U-23, Gerald Vanenburg, menyebutkan bahwa salah satu penyebab kegagalan adalah persiapan tim yang terlalu mepet. Ia membandingkan dengan skuad di Piala Asia U-23 2024 yang memiliki waktu latihan lebih panjang dan komposisi pemain yang berbeda. Kurangnya jam terbang bersama dan pengalaman di level klub juga menjadi faktor yang disorot.
4. Performa Tidak Meyakinkan
Di luar kekalahan dari Korea Selatan, performa Timnas Indonesia U-23 juga dinilai kurang meyakinkan, bahkan saat melawan lawan yang di atas kertas lebih mudah seperti Laos. Hasil imbang tanpa gol melawan Laos menunjukkan inkonsistensi taktik dan mentalitas tim.
Singkatnya, kegagalan Timnas Indonesia U-23 ke Piala Asia U-23 2026 disebabkan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal, mulai dari kelengahan di awal laga, buruknya efektivitas serangan, persiapan yang minim, hingga inkonsistensi performa secara keseluruhan.
